Citra Satelit WORLDVIEW-2 diluncurkan tanggal 8 oktober 2009, dengan pencitraan panchromatic pada resolusi 46-52 Cm dan pencitraan multispectral pada resolusi 1.84- dan 2.08-meter

Saturday, April 14, 2012

PROFIL KABUPATEN PANGKAJENE DAN KEPULAUAN

Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan dikenal sebagai daerah “tiga dimensi”, wilayah Pangkep meliputi pegunungan, dataran rendah dan kepulauan memiliki karakteristik dan ciri bahari merupakan tantangan tersendiri dalam melaksanakan pembangunan. Kawasan Kepulauannya yang terletak di perairan Selat Makassar merupakan wilayah penyebaran terumbu karang penting untuk menjadi perhatian bersama.  

Geografi dan Pemerintahan
Secara geografi Kabupaten Pangkep terletak pada koordinat antara 110o sampai 113” Lintang Selatan dan 4o 40' sampai 8.00 ” Bujur Timur, atau terletak di pantai barat Sulawesi Selatan dengan batas-batas administrasi :
- Sebelah utara dengan kabupaten Barru;
- Sebelah selatan dengan kabupaten Maros;
- Sebelah timur dengan kabupaten Bone dan
- Sebelah Barat dengan pulau Kalimantan, Jawa, Madura Nusa Tenggara & Bali.
Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep) yang berjarak 60 Km dari Kota Makassar mempunyai wilayah seluas 112,29 Km², terbagi dalam wilayah daratan dan kepulauan.  

Secara administratif terbagi atas 9 Kecamatan, masing-masing wilayah terdiri dari 5 (lima) wilayah kecamatan dataran rendah, 1 (satu) wilayah kecamatan pegunungan dan 3 (tiga) wilayah kecamatan kepulauan. Ketiga kecamatan kepulauan tersebut adalah (1) Kecamatan Liukang Tupabbiring, (2) Kecamatan Liukang Tangngayya dan Kecamatan Liukang Kalukuang Massalimu (Kalmas). Kecamatan Liukang Tupabbiring merupakan kecamatan yang memiliki dinamika tinggi dalam berbagai aspek sosial dan ekonomi dibanding kecamatan lainnya, dan merupakan bagian dari gugusan Kepulauan Spermonde


Dalam wilayah Pangkep sendiri ada 114 buah pulau, dengan 94 pulau diantaranya berpenghuni dengan jumlah penduduk 51.469 jiwa (34%). Luas laut Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan 71.100 Km2, luas pulau kecil 35.150 Ha dan panjang garis pantai 250 Km dan luas terumbu karang 36.000 Km2 (DKP Kab. Pangkep, 2001). 

Topografi dan Klimatologi
Kabupaten Pangkep terletak di pesisir pantai barat Sulawesi Selatan yang terdiri dari dataran rendah dan pegunungan. Dataran rendah seluas 73,721 Ha membentang dari garis pantai barat ke timur terdiri dari persawahan, tambak/empang, sedangkan daerah pegunungan dengan ketinggian 100 – 1000 meter di atas permukaan air laut terletak di sebelah timur dan merupakan wilayah yang banyak mengandung batu cadas dan sebagian mengandung batu bara serta berbagai jenis batu marmer. 

Temperatur udara berada pada kisaran 21º sampai 31° atau rata-rata 26,40º C keadaan angin berada pada kecepatan laut sampai sedang, curah hujan maksimal pada tahun 2000 rata-rata mencapai 666/153 karena hujan dengan kelembaban udara yang merata.   
 
Demografi Wilayah
Kabuaten Pangkep terdiri dari 12 Kecamatan yaitu 9 Kecamatan daratan dan 3 Kecamatan Kepulauan (114 pulau) dengan luas wilayah daratan 898,29 km2 dan laut seluas 11.464,44 km2 . Jarak dari ibukota Propinsi (Makassar) 51 Km, jarak dari pulau yang terjauh yaitu Pulau Kapoposang Bali, sedangkan yang terdekat adalah pulau Saugi jarak, dan jarak dari ibukota Kabupaten ke Kecamatan terjauh (Lk. Tangaya) 262,43 mill, kemudian Kecamatan Liukang Kalmas 185,82 mil. (Kantor Informasi dan Komunikasi Kabupaten Pangkep, 2005). 

Potensi Perikanan dan Hasil Laut
·         Ikan Tambak : Potensi perikanan tambak di Pangkep akhir-akhir ini semakin berkembang pesat. Banyaknya pembukaan lahan tambak dari lahan persawahan, menandakan semakin meningkatnya produksi ikan tambak di wilayah ini. Terutama ikan bandeng yang merupakan komoditi unggulan dan Pangkep sebagai salah satu pemasok utama kebutuhan ikan bandeng di wilayah Makassar dan daratan Sulsel setiap harinya. Untuk budidaya tambak di Kabupaten Pangkep juga menghasilkan ikan mencapai 4.153,4 ton dengan perincian ; Ikan Bandeng 3.557,1 Ton; Udang Windu 369,5 Ton; Udang Putih 65,7 Ton; dan Ikan campuran 161,1 Ton
·         Ikan Laut : Sebagai wilayah yang memiliki 117 pulau dengan 90 pulau yang berpenghuni, kabupaten Pangkep juga sangat berpotensi untuk perikanan laut. Di wilayah perairan, mereka yang bermukim di wilayah kepulauan, umumnya bermata pencaharian nelayan tradisional dengan tingkat ketergantungan pada laut yang sangat tinggi. Secara turun temurun mereka telah mewarisi cara penangkapan secara tradisional dengan menggunakan pancing, pukat dan beberapa alat lainnya yang cukup sederhana. Selain itu juga terdapat budidaya rumput laut di beberapa kecamatan yang cukup menjanjikan. Namun dengan perkembangan masyarakat dewasa ini, mereka pun sudah perlahan-lahan mengetahui beberapa teknologi penangkapan yang modern namun ketergantungan pada pemilik modal di luar daerah yang tinggi. Sehingga mereka pun hanya bekerja sebagai buruh nelayan. Jumlah produksi penangkapan ikan di laut pada tahun 2004 sebanyak 9.755,1 ton dan budidaya rumput laut di kecamatan Liukang Tangaya, Kalmas dan Tupabiring sebanyak 7.174 ton. Potensi hasil laut Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan tahun 2002 sejumlah 7.050 Ton. Jumlah alat tangkap ikan laut yang terbanyak adalah dengan menggunakan alat tangkap jaring klitik, yaitu 393 unit, jaring Insang tetap 286 unit, Dogol 183 unit,Pukat cincin 143 unit dan alat tangkap lainnya.

Tabel Potensi Perikanan dan Hasil Laut

Wilayah tangkapan ikan laut meliputi :
·         Pulau Balang Lompo untuk ikan Barukang, Tembang, Kembung, Ikan Teri dan Pari.
·         Pulau Sabutung untuk ikan Barukang, Kepiting, Layang, Tembang dan Rumput Laut.
·         Pulau Kapoposang untuk ikan Cakalang, Layang, Tuna, Cucut, Kerapu, Teripang dan Lobster.
·         Pulau Doang-Doangan untuk ikan Tuna, Cakalang, Cucut, Tuna, Penyu Sisik dan Rumput Laut.
·         Pulau Kalu-Kalukuang ikan Cucut, Sunu, Tuna, Teripang, Penyu dan Rumput Laut.
·         Pulau Gusung untuk ikan Sunu, Cakalang, Tuna, Tombak, Tenggiri dan layang.
·     Pulau Sabalanak untuk ikan Kerapu, Cakalang, Cucut, Tuna, Layang, Kerang-Kerangan dan Rumput Laut.
·         Pulau Sapuka untuk Ikan Baronang, Tuna, Layang, Teripang dan Rumput Laut.


Sumber : Buku  Profil Pulau Pulau Kecil Kabupaten Pangkep Tahun 2007

No comments:

Post a Comment